February 10, 2010

Ajang Buka Mata dan Hati Bersama

Filed under: Uncategorized — Rimbo Afred @ 11:43 am

Sharing Knowledge Climate Change adalah tema yang sangat menarik dalam seminar, Selasa (9/2) yang membahas persoalan mengenai pemanasan global (global warming) dan penulis sangat mendukung bahkan mengacungi jempol jika pemerintah RI memasukkan program ini untuk masyarakat luas.

Salah satu tujuan utama seminar ini mengacu pada kesadaran setiap orang untuk menanam pohon yang lebih banyak. Hal ini dimaksudkan agar sinar matahari dapat diserap oleh banyak tumbuhan hijau yang menjadi target saat ini.

Berbagai foto perbandingan wilayah dunia setiap tahun dipamerkan, termasuk di Indonesia.  Info paling mengagetkan datang di Jakarta dan Bali. Ibukota negara kita ini diperkirakan akan tenggelam 1/4 dari kota dan yang terkena imbasnya adalah kawasan pantai, seperti Ancol, Penggilingan dan lainsebagainya. Sedangkan di Bali berpusat di Kuta (dalam beberapa tahun kawasan ini akan menyusut dibagian tengahnya dan putus terbagi dua bagian), tak heran jika nanti akan terbuat sebuah jembatan di kawasan itu.

Es mencair di Kutub Utara akan menghasilkan gas metana yang sangat mengerikan bagi seluruh umat manusia. Wajar saja jika film 2012 dibuat secara ekslusif lantaran perilaku manusia yang belum sadar akan bahaya besar.

Kembali lagi persoalan di Indonesia yang notabenenya akan memulihkan perekonomian hinnga menjadi negara ke-5 di dunia setelah Amerika, Eropa, Cina dan India (dalam pidato sebuah parpol semalam), apakah pemerintah yakin bisa merubah kesadaran SDM yang sudah berpuluh-puluh tahun menganut faham inlender (ketergantungan sama bangsa asing)?

SDM ini yang dimaksudkan penulis bukan saja rakyat yang harus dirugikan terus menerus, melainkan para pejabat dulu hingga kini yang masih menggerogoti uang rakyatnya.

Jangan cuma saat kesulitan saja rakyat disuruh membantu pemerintah, tapi saat orang-orang berkuasa itu senang-senang, rakyat tidak pernah mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan.

Contoh mudahnya adalah kasus lumpur Lapindo daan kemacetan Jakarta. Sebagian orang-orang berkuasa sangat puas menikmati hasil keringat rakyat untuk selalu taat pajak, bercocok tanam sebagai petani hingga mematuhi peraturan lalu-lintas  bagi para pengguna sepeda motor, tapi apa yang rakyat dapatkan?!hanya kemacetan dan juga kesedihan karena harus menunggu rumah-rumah mereka yang hilang di kawasan Sidoarjo.

Begitupula dengan kejadian macet di Jakarta. Bagi kita yang sudah terbiasa terjun bukan masalah besar, namun bagi para turis asing, ini merupakan tontonan menarik yang harus dipublikasikan dalam sebuah kamera (seperti kasus semalam di sekitar Permata Hijau, Jakarta Barat).

Lantas apakah ini yang dinamakan kesadaran yang tinggi?hanya mengingat rakyat pada saat darurat seperti sekarang ini (ketika negara-negara dunia sudah mengumumkan keadaan yang sebenarnya)?

Bagaimana dengan orang-orang rendah yang selalu mematuhi peraturan Anda, Tuan?Apakah mereka (rakyat kecil) akan mendapat reward yang sesuai?

Apakah Anda (para penguasa) belum atau sudah terlanjur malu?

Menurut penulis itu merupakan hal yang paling mustahil untuk dijawab. Wajar saja jika di Madura ada seorang yang mengatakan:”Bapak gak usah bertele-tele menjelaskan itu, kalau namanya kiamat Tuhanlah yang mengatur”.

Untuk itu seminar seperti ini sangat membantu kita semua untuk membuka mata dan hati agar Tuhan memperlambat kemurakaan-Nya

December 29, 2009

Piramida Kehidupan Manusia

Filed under: Uncategorized — Rimbo Afred @ 11:31 am

Kenakalan, ketidaksopanan, keserakahan dan kekurangan lainnya adalah sikap wajar dari setiap manusia. Namun apakah manusia itu tidak memiliki tolak ukur untuk merubah paradigma yang selalu ia jalankan?

Kehidupan manusia itu sesungguhnya akan membentuk sebuah piramid yang tidak dapat diganggu gugat. Berawal dari kelahiran seorang bayi yang menangis kencang, naik ke tingkat puber, dewasa, berkeluarga hingga meninggal.

Seringkali manusia melalaikan kedisiplinan, kewajiban sebagai manusia sosial dan juga beragama.

Ketika remaja, para wanita atau pun pria sering bergonta-ganti pasangan, perlakuan mesum dan lain sebagainya. Belum lagi para pejabat negara atau bukan yang jelas-jelas sudah berkeluarga tetap melakukan tindak ‘gila’ (perebutan jabatan, harta dan wanita) itu merupakan budaya yang harus dikesampingkan dalam rangkaian piramida kehidupan manusia yang cukup fundamental.

Beberapa anak tangga kita naiki satu persatu dengan susah payah. Semakin tinggi kita melangkah, semakin sulit dan sedikit pesaing kita. Hal ini bukanlah berarti perilaku buruk, melainkan tingkat kebaikan, kejujuran, keadilan harus terus ditegakkan dan sesungguhnya tingkatan tertinggi itu mengarah pada kematian manusia yang dituntut pertanggung jawabannya saat ia masih hidup kepada Sang Pencipta, Allah SWT.

Alangkah baiknya jika setiap manusia sadar akan kesalahan yang pernah ia perbuat dengan taubat. Lihatlah keluarga kalian di rumah, tetangga miskinmu dan tataplah langit biru itu karena masih ada Sang Pencipta yang selalu abadi.

April 30, 2009

Kemacetan! Pembodohan Warga Jakarta

Filed under: Uncategorized — Rimbo Afred @ 5:01 pm

Bagaimana tidak membodohi banyak orang jika saja Jakarta tetap macet dan amburadul? Hampir setiap orang terbawa emosi, oksigen yang dihirup pun semakin sedikt bahkan mungkin stress yang menjalar sampai struk.

Belum lama ini penulis hendak pulang melewati Jl. Gatsu (Gatot Subroto). Tepat di belakang sebuah bus tanggung dan kerumunan motor yang melaju di atas jalur Busway. Jujur saja melintas pada bahu Busway saja sebenarnya sudah melanggar peraturan, apalagi jika sebuah kendaraan besar yang tidak memberikan jalan sedikit untuk sepeda motor tentu menghantam adrenaline para pengguna motor tersebut.

Tak lama kemudian terjadilah percekcokkan kecil-kecilan antara kubu penumpang bus dengan para pengguna sepeda motor. Meskipun pada akhirnya supir bus tetap mengalah dan memindahkan lajunya ke luar jalur umum, para penumpang justru meludahi para bikers di samping bus.

Kemudian penulis jadi beerfikir mengapa di negeri kita yang serba ada bahkan Ibukota Jakarta selalu memanjakan warganya untuk lebih tentram dengan kendaraan “berbensin” daripada berjalan atau menggunakan sepeda ayun? Padahal itu hal pembodohan yang luar biasa. Pantas saja negara ini selalu ditertawakan oleh bangsa lain termasuk tetangga kita sendiri. Warga Jakarta identik dengan keegoisan, sok menyibukkan diri, ketegangan dan sering mucul kemarahan. Ibarat bensin yang disambar oleh geretan korek api.

Belum lagi di saat malam tiba para pekerja pasti lelah pulang dari kerjanya, mereka malah berganti status dengan sebutan sang clubbers. Diskotik-diskotik atau sekedar cafe siap menyuguhkan keseharian mereka yang mungkin suntuk dengan macetnya Ibukota.

Tak hanya itu perlakuan para “sok sibuk” ini juga berani saling tukar “kebutuhan”. Wajar saja jika mereka lelah dan bosan dengan keluarga, so…kencan kilat bisa jadi jawabannya!! Lantas mau diapakan negeri tercinta ini? Inti semua ini diyakini penulis akibat kemacetan merupakan pembodohan Warga Jakarta sendiri.

January 8, 2009

SUBSTANSI MILITER YANG BRUTAL

Filed under: Uncategorized — Rimbo Afred @ 3:44 pm

Hampir setiap hal yang berkaitan dengan militerisme selalu identik dengan ‘kedisiplinan’, ‘ketakutan’ hingga ‘kebrutalan’. Tak di Indonesia begitu pula dunia internasional. Itulah yang dinamakan substansi militer yang brutal.

Konon sekitar tahun 2002-an terjadi kekerasan di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur. Dimana ada sebuah Bengkel Knalpot yang cukup ternama dan besar dikagetkan dengan sebuah tragedi pemukulan seorang aparat ‘non’ seragam (anggota pasukan yang dipulangkan dari Tim-Tim) terhadap dua orang pedagang kerupuk. Meskipun permasalahannya sepele namun manusia lain tak mampu menolong kedua makhluk tertindas itu. Itulah bentuk dari substansi militer yang brutal.

Keluar dari permasalahan nasional, kini di Jalur Gaza (Perbatasan Israel-Palestina) terjadi hal yang serupa. Namun kini justru lebih meluas. Akibat permasalahan yang tak terselesaikan di zaman nabi dahulu hingga berkelanjutan dengan perluasan lahan yang notabenenya terjadi pelanggaran perjanjian Israel atas Palestina.

Hal ini tak luput begitu saja, AS dan sekutunya ikut serta mendukung kebrutalan para militer Israel terhadap masyarakat Palestina yang menyebutkan dirinya sebagai Pasukan Hamas. Di sini kita dapat melihat dimanakah tingkat kedisiplinan yang seharusnya ada. Apakah kedisiplinan militer yang menibulkan rasa kenyamanan masyarakat lain ataukah kedisiplinan militer yang justru menimbulkan kebrutalan terhadap masyarakat lainnya?

December 2, 2008

KEGILAAN YANG DIGEMARI

Filed under: Uncategorized — Rimbo Afred @ 3:38 pm

Manusia semakin lengkap dengan budaya dan pembudidayaannya yang malah tampak bobrok dimata dunia bahkan akhirat. Pastilah kejadian seperti ini selalu hadir di depan kaca mata anda sehari-hari. Kriteria kegilaan dalam arti luas adalah melakukan sesuatu yang tidak sewajarnya manusia lakukan. Sedangkan eksplisitnya terbentuknya kaum homoseksualitas inilah yang justru digemari kalangan muda dewasa ini.

Beberapa penelitian mengungkapan terbentuknya komunitas seperti ini akibat 3 faktor; (1) Psiko dinamik, (2) Lingkungan dan (3) Bawaan sejak lahir. Psiko dinamik itu lebih cenderung pada sikap trauma yang dialami oleh manusia homoseks, lingkungan jelas akibat pergaulan, sedangkan bawaan lahir inilah yang sulit dihentikan sedini mungkin.

Tak hanya di Ibukota saja kaum ini berkembang, Medan, Yogyakarta dan lain-lain ikut menyertai pergerakan ‘kegilaan manusia’ yang kerap merepotkan manusi normal pada umumnya. Berbagai tayangan televisi pun selalu mendukung keeksistensian mereka. Apalagi Senin kemarin terjadi orasi yang melibatkan mereka dengan tema Cegah HIV/AIDS di Solo, Jawa Tengah.

Situs Web saja sudah identik dengan hal-hal yang berbau esek-esek, sayangnya kaum ini juga berani berpartisipasi dalam dunia maya tersebut. Cukup aneh memang! dan sangat-sangat aneh. Kebebasan seperti apakah ini? Masyarakat bermoral sudah tidak ada dalam budaya yang Ke-Timur-timuran ini.

Hanyalah pembobrokan saja yang berkelit di mata dunia dan akhirat sebagai pencerminan lokakarya Kegilaan yang digemari manusia minoritas, namun cukup menyebar di wilayah nusantara. Kemanakah kelaki-lakian anda jika masih mengumpat di balik bokong laki-laki lain jika anda membutuhkan keturunan yang diharapkan oleh Maha Pencipta.

Selera memang tetap ada, tapi sadarilah sesungguhnya penyeleraan yang ada bukanlah seperti yang manusia gemari dengan ‘kegilaannya’ itu. Meskipun terkadang kaum muda memilah-milah kalimat : Laki-laki di dunia itu ada dua kategori yang pertama jika dia ‘bermain ria’ dengan banyak wanita maka dia seorang Playboy, sedangkan pria kedua yang tak ingin ‘mencicipi’ wanita lain maka dikategorikan sebagai gay (homo). Lupakanlah dan segera bertaubat sekarang juga. Takutlah pada azhab yang akan menjemputmu kelak.

November 11, 2008

MANUSIA SETENGAH EGO

Filed under: Uncategorized — Rimbo Afred @ 3:26 pm

Metabolisme pernikahan tak hanya berujung pada pendewasan seseorang saja, melainkan faktor ‘x’nya juga bersimpang siur disekitarnya. Dalam kaitannya mencari jodoh atau pasangan hidup harus dimulai dengan pengenalan terlebih dahulu. Adanya sabotase keegoisan satu sama lain dari perihal berpacaran.

Tak luput dari berbagai tayang televisi selalu menampilkan artis yang satu dengan mudah menceraikan pasangannya atau seorang artis dan tokoh agama dengan mudah pula menikahi pasangan lain dan bahkan hanya status nikah sirih dengan wanita belasan tahun saja.

Kasus Syekh Puji misalnya; begitu takjub beberapa manusia menyaksikan tayangan tersebut. Padahal jika ditarik benang merah penelurusan seperti ini sangatlah sah dan wajar dimata hukum dan agama. Namun sebuah ideologi manusia yang di ‘tua’kan selalu mengatasnamakan agama hanya untuk urusan ’selangkangan belaka’.

Keegoisan antara ’si tua’ dan ’si ‘muda’ harus melebur dengan sendirinya. ‘Ego tua’ tidak menyadari perlakuannya menyebabkan stagmatis pada ‘ego muda’. Contoh mudahnya ketika manusia yang masih menjajak dewasa rasa keingintahuannya selalu tinggi dan berkehendak seolah-olah paling benar.

Apalagi jika ‘ego muda’ sudah tersentuh secara fisik ataupun rayuan belaka yang ampuh dari ’si ego tua’, maka polemik yang ada pada masyarakat identik seperti yang sering disaksikan pada televisi depan mata itu.

Susah dipisahkan, apalagi harus berbaur kembali dengan lingkungan ‘ego muda’ sebelumnya, sama juga menghancurkan ego keduanya. JIka hal yang demikian sudah berjalan itu, sebaiknya kekhasan manusia yang bijak adalah mengurangi setengah egonya demi kelancaran hubungan yang sudah terjalin. Meskipun ’si ego muda’ harus kehilangan masa-masa keremajaannya itu. Hanya saja, perlakuan ‘ego tua’ selanjutnya jangan terulang kembali, dengan mengurangi setengah ego-ego itu. Kasihanilah mereka selaku ‘ego muda’ jika engkau mengakui ‘ego tua’ pada alam semesta ini.

November 5, 2008

REKAYASA SEBAGAI REALITA

Filed under: Uncategorized — Rimbo Afred @ 10:44 am

Banyak manusia mengumpulkan pundi-pundi moralitasnya hanya karena sebuah masa depan yang cerah. Dengan mendulang keakraban, menjaga nilai humanismenya, akan dipamerkan pada masyarakat yang pluaralis.

Anehnya, schedule yang sudah tertata rapih, malah selalu berhimpitan dengan persoalan yang tidak diinginkan oleh manusia-manusia itu. Dampaknya apa? pembenaran akan rekayasa semakin dipertajam, seolah pembalikkan fakta merupakan hal yang paling konkret dalam masyarakat yang pluralis tersebut.

Pada lingkup yang sempit saja, ada sebagian orang tua yang merasa tersaingi oleh anaknya sendiri. Berbagai cara dikedepankan agar jiwa seorang anak termutilasi (tersayat-sayat dengan sendirinya). Perasaan cemas, dosa bercampur amarah tercermin pada anak, hingga ‘pembom bardiran’ semakin seru menghujani atap gubuk mereka. “Lagi-lagi rekayasa sebagai realita”

Jangan heran untuk dewasa ini. Apalagi sudah terjadinya perubahan era yang semakin kuat. Basis modern versus pra modern, ‘konon kata mereka’. Sebagai momentum perihal pembudakan akal yang sehat, si anak akan bertingkah sebaliknya. Berbagai cara mereka usungkan agar pembenaran selalu membodohi mereka dan kesalahan yang mendasar ia putar balikkan kembali. “Lagi-lagi rekayasa sebagai realita”

Lalu kemudian dimanakah langkah yang tepat? agar benang merah selalu menghubungkan keduanya. Atau mungkin dirajut sekalian, tak hanya omong kosong belaka yang sering didengar. Kemungkinan terbesar, perubahan demikian akan berdampak pada negara yang berpredikat sebagai negara kelima dalam perspektif KePaRad (Kelompok Patriotik Radikal), karangan E.S.Ito dan marilah kita doakan selalu. Amien

October 28, 2008

MANUSIA DALAM “KOLOR BABE”

Filed under: Uncategorized — Rimbo Afred @ 5:25 pm

Bertubi-tubi masyarakat Indonesia kalangan menengah ke bawah menjerit, berdemo hingga melepaskan tangisannya di siang bolong hanya karena menginginkan perubahan nasib negaranya sendiri. Sedangkan masyarakat yang notabenenya dalam ‘”kolor babe” hanya bisa tertawa, terlepas dari jeratan berbagai sel yang sudah sepantasnya mereka tempati.

Banyak masyarakat berbondong-bondong mengejar karirnya secara instan, jika tidak tegantung pada orang tuanya, paling tidak sebagai PNS dengan menampilkan KKNnya atau transaksi uang bernilai besar yang korelasinya adalah Seorang Koruptor sejati.

Jika kita melihat kehadiran perekonomian Indonesia sekarang, biaya bensin memang murah, tapi bagaimana dengan nasib rupiah yang semakin kedodoran akibat keegoisan masyarakat hedonis yang diawali dengan “kolor babe” tersebut?

Negara kita kaya, dalam hal apa pun, tapi sesungguhnya miskin akan kedisiplinan yang berdampak pada moralitas masyarakat itu sendiri. Sangat jelas memang di Indonesia ini sangat gamblang dengan apa yang diperundang-udangkan. Masalah korupsi saja tidak jelas, apalagi hal-hal tentang ekonomi keuangan, penegakan HAM, pornografi dan lain sebagainya?

Yang ditekankan kembali adalah masyarakat kalangan menengah-bawah tersebut, semakin tidak tahu dan kemau tahuannya terus berjalan hampa. Tak terjawab atau barangkali tidak terealisasikan. Sah-sah saja pemerintah melakukan upaya kebijakan dengan menyuntikan dana agar dolar dapat ditahan. Lalu bagaimanakan kelanjutannya jika semua kalangan menegah ke atas itu masih membuka “kolor babe”nya?

October 20, 2008

KETERKUTUKAN SEORANG PENDUSTA

Filed under: Uncategorized — Rimbo Afred @ 10:28 am

Lagi-lagi masalah humanisme selalu menjadi hal yang sangat menarik dibicarakan. Pernahkan anda melakukan kesalahan? Pastinya iya, tak dipungkiri, apalagi “dicukur abis-abisan”. Konon seorang Nabi saja pernah melakukan kesalahan yang terbesar apalagi manusia seperti kita ini, di zaman ini pula.

Tak luput dari itu semua, percayakah diri anda bahwa kesalahan yang pernah dilakukan itu akan berdampak pada orang lain? pada keterkutukan manusia itu sendiri, hingga kemurkaan pada azab Sang Pengasih lagi maha Penyayang itu.

Layaknya film Tokyo Drift, jika kita ingin melangkah ke depan janganlah sekali-kali kau menoleh ke belakang. Karena apa? iya setiap manusia itu punya cita-cita pastinya, punya kehidupan yang baru dan lain sebagainya. Jika hal itu memang menjadi tanggung jawab anda, maka kejarlah dan jadikan sebuah momok pada kehidupan anda kelak.

Jujurlah pada diri anda dan Sang-Pencipta, bahwa argumen mu akan kuat ketika anda bersama Allah SWT. Kekhawatiran akan berkurang dan percayalah akan kekuasaan-Nya atas segala bentuk penebusan dosa yang pernah anda lakukan.

Jangan pernah menyerah untuk mengejar impian anda sebelumnya. Pergunakan waktu yang sesingkat ini. Dan pahamilah sekeliling anda pada kosmologi bahkan metafisis budaya ke-manusiaan yang seperti itu. Temukanlah kebahagiaan itu pada kehidupan baru anda kelak. InsyaAllah dan Amien

October 16, 2008

PUAS ATAU TIDAK?!

Filed under: Uncategorized — Rimbo Afred @ 2:53 pm

Kepuasan manusia selalu tak pernah pupus dalam kehidupannya. Bahkan semakin waktu semakin mencari klimaks, hadirnya adrenaline yang ingin dicapai oleh rasa puas itu. Jika kita berbicara mengenai kepuasan, pasti hubungannya selalu dengan masalah selera.

Oleh karenanya, Anda boleh setuju atau tidak dengan ungkapan seorang filsuf, Immanuel Kant: “De Gustibus Non Est Ces Disputandum”, yang berarti “Masalah Selera tidak Dapat Diperdebatkan”. Bahwasannya manusia lahir dengan bermacam-macam perbedaan, baik fisik ataupun rohani, maka wajar saja jika perbedaan masalah selera pun selalu ada meskipun manusia itu lahir kembar.

Sebagai contoh umumnya adalah, ketika anda memilih pasangan, entah dari suku apa, agama apa atau seperti apa orangnya, orang lain pun tak boleh membatasinya sepenuh hati, melainkan memberi saran atau masukan saja kepada anda, toh anda juga yang merasa puas dengan pilihan anda tersebut.

Apalagi jika anda ber-fashion, di Indonesia sedang marak-maraknya RUU Pornografi. Mengapa hal demikian sangat dipeributkan oleh sebagian manusia yang indikasinya belum terlalu jelas. “JIka seseorang yang tidak terkenal, bukan artis maksudnya, ia (seorang wanita) tidak layak menggunakan bikini, selaku pakaian dalam wanita. Namun, jika ia seorang artis tidak menjadi soal”.

Nah yang jadi hal yang fundamental adalah seharusnya kebijakan pemerintah menyamakan mereka yang ingin mendapatkan rasa puas tersebut. Jika pemerintah dan segolongan manusia puas dengan RUU tersebut, lalu dimanakah letak kepuasan manusia yang lainnya?

Saran terbaik saya sebaiknya jika memang Indonesia melarang keras berpose atau berbikini ria adalah perbuatan pornografi, maka setiap warga negara, baik artis ataupun bukan dilarang saja dengan pasal-pasal yang lebih signifikan atau sebaliknya disahkan saja berpakaian bikini, namun larangannya jika seseorang meninggalkan semua pakaiannya, hingga seluruh tubuhnya terpampang dengan jelas dan dapat dinikmati oleh banyak orang.

Bertolak dari itu, rasa puas atau tidaknya memang perlu ada. Hal ini merupakan bentuk dari kedinamisan dan menuju ke arah yang lebih konfusius pada kehidupan manusia. Jika anda-anda lainnya berbeda pendapat dan tidak merasa puas dengan saran saya, sah-sah saja toh selera dan kepuasan kita memang berbedakan?!:)